Gatal Beruam Setelah Berenang atau Beraktivitas Air di Alam Terbuka

Posted by | | Event | Comments Off on Gatal Beruam Setelah Berenang atau Beraktivitas Air di Alam Terbuka

Pada saat liburan panjang tiba atau libur akhir pekan, sahabat pasti telah merencanakan banyak kegiatan untuk mengisi masa liburan itu. Barangkali salah satu aktivitas yang dipilih untuk mengisi liburan tersebut adalah berenang kolam, sungai dan laut atau beraktivitas air lainnya di alam terbuka, seperti berselancar di laut, ski air di sungai, arung jeram, susur sungai, snorkling dll. Dan biasanya, beberapa orang diantaranya mengalami gatal hingga terjadi ruam di kulit setelah beraktivitas air tersebut.

Faktanya, ada banyak penyebab terjadinya Gatal Beruam Setelah Berenang atau Beraktivitas Air di Alam Terbuka. Beberapa penyebab tersebut diantaranya adalah gigitan serangga, urtikaria (gatal-gatal) dingin dan organisme mikroskopis. Sedangkan sebab lainnya adalah alergi sinar matahari karena seharian kulit terpapar oleh sinarnya.

Khusus pada organisme mikroskopis menyebabkan dua jenis gatal beruam yaitu yang pertama adalah paparan air tawar karena berenang atau beraktivitas di air tawar seperti danau, kolam, sungai dan sungai. Sedangkan yang kedua adalah paparan dari air asin (laut).

Salah satu gatal beruam terjadi karena paparan air tawar disebut dengan Gatal Perenang atau Swimmer’s Itch. Gangguan ini juga dikenal sebagaiDermatitis Cercarial. Dermatitis ini terjadi ketika seseorang berenang di air tawar yang terkontaminasi dengan parasit, yang disebut schistosomes. Atau akibat sensitivitas terhadap cacing pipih yang mati di bawah kulit. Air tawar yang terkontaminasi tersebut biasanya menjadi habitat burung-burung air dan siput air tawar. Hewan-hewan inilah yang menjadi tuan rumah untuk siklus hidup schistosome. Parasit schistosomes akan berkembang di habitat ini dan memasuki kulit manusia, menyebabkan ruam menjengkelkan atau alergi seperti mati. Parasit ini juga menyebabkan berbagai infeksi parasit berbahaya pada manusia.

Gangguan dermatitis cercarial ini menyebabkan gatal, bergelombang, ruam merah pada kulit yang terkena serta tidak tercakup oleh baju renang. Ruam tersebut biasanya berkembang dalam satu hari setelah terpapar air yang terkontaminasi. Pencegahan efektif yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari kontak dengan kolam, danau dan sungai yang terkontaminasi.

Dengan atau tanpa pengobatan, ruam yang timbul dari gangguan ini biasanya hilang dalam seminggu. Karena schistosome hanya menyebabkan ruam kulit tapi tidak menyebabkan infeksi parasit pada manusia – mati di kulit, serta tidak menular dari orang ke orang. Ruam sebaiknya diobati dengan krim kortikosteroid topikal dan antihistamin oral, meskipun kadang membutuhkan perhatian dan perawatan medis yang lebih, terutama bila diindikasikan infeksi bakteri sekunder hadir pula.

Gangguan akibat aktivitas paparan air asin disebut sebagai Letusan Seabather (Seabather’s Eruption), yaitu ruam gatal yang terjadi setelah berenang di laut, yang diyakini hasil dari hipersensitivitas terhadap racun ubur-ubur bidal larva (ubur-ubur sejati), racun larva Conidaria (hidrozoa karang api) dan anemon laut. Larva mikroskopis ini terjebak diantara kulit seseorang dan pakaian renang, wetsuit, papan selancar atau benda lain. Akibatnya menyebabkan gatal, ruam kulit terbakar pada daerah yang tertutup pakaian. Gejala sering muncul ketika orang tersebut masih di laut, tetapi dapat pula terjadi beberapa jam setelah paparan. Menggosok kulit membuat gejala lebih buruk, karena larva akan merilis racun ke dalam kulit akibat tekanan atau gesekan. Kadang-kadang juga bisa dibarengi dengan gejala-gejala sistemik dari racun, seperti demam, menggigil, mual, muntah, sakit kepala dan diare.

Ruam kulit ini dapat berlangsung selama beberapa hari, terutama jika pakaian renang yang terkontaminasi tersebut dipakai lagi tanpa dicuci. Pengobatannya mirip dengan gangguan sebelumnya, termasuk penggunaan krim steroid topikal, anthistamines lisan dan kebutuhan sesekali untuk kortikosteroid oral atau disuntikkan. Namun akan lebih komprehensif penanganannya apabila mengunjungi dokter kulit setempat.